Sunday, July 21, 2013

rupa sesal 2 (argumen sesal)

#Seringkali aku masih belum dapat menerima kalau kita telah berjalan pada dua arus berbeda dan tak tau dimana ujung muaranya. Perasaanku masih saja terdiri dari percampuran antara harapan kau kembali dan penyesalan atas kesalahan masa lalumu, masih tetap seperti itu, masih..

#Pada sekat ruang hampa kau meninggalkan aku. Masih dengan aku yang berharap kau kembali dan aku yang tak bisa memaafkan kesalahan masa lalumu. Kau hanya kebingungan tak tau harus berbuat apa. Padahal kau berada tak jauh dari hadapanku. Menghadapku, menatapku. Kau mendapati aku tetap seperti sediakala, boneka perempuanmu yang usang-dengan senyummu yang kini aku tak lagi suka. Dan aku sangat ingin mengakhiri hidupmu.

#Seandainya waktu bisa diulang aku tak ingin terjebak dalam kubangan harapan. Kalau waktu bisa dihentikan aku ingin segera keluar dari lingkaran cerita hidupmu. Namun tetap saja kau dan aku berada pada satu jalur kenangan. Kau tetap berada pada masa laluku. Aku tetap berada pada masa lalumu.

#Hei, yang dulu itu aku belum sempat mencintaimu. Sekadar berharap. Berharap aku dapat meyakinimu sebagai sumber bahagiaku. Namun itu dulu sebelum penyesalan terlampu cepat mendahului tumbuhnya rasa. Kadang aku berdebat dengan hati, bertengkar hebat dengan rasa sesal. Kadang juga aku bersyukur tak dijadikan sejalan denganmu sebelum terlampau dalam rasa sesal teramat.

#Diam!! Aku kesakitan.. sedang dalam proses menuju keikhlasan.. lah kamu bisanya cuma senyam senyum gak bantu apa apa. Tapi memangnya kamu bisa apa?

No comments:

Post a Comment