Monday, September 30, 2013

inspired by raisa-apalah arti menunggu

Anita menahan napas beberapa saat, matanya ikut terpejam. Dia berdoa bisa melupakan Satrio selama mungkin. Dia menggeser posisi duduknya melesat ke depan, sekarang dia beralih pada posisi tidur. Air dalam bathub meluap-luap membasahi lantai kini. Gadis itu ingin tetap memejamkan mata dan terus menerus tak ingin bernapas. “Aku mau lupa! Aku mau lupa!” batinnya. Sepertinya kali ini Satrio benar-benar membuatnya tak berdaya. Anita tak habis pikir lelaki tumpuan asanya yang sangat berlimpah, lelaki yang membuat gadis itu berani berharap kembali terhadap seseorang. Anita menunggu hingga pada suatu siang dengan berat hati dia ingin bilang tak sanggup lagi menunggu. Namun masih bercampur juga dengan perasaan yang ia sebut cinta itu, sehingga ia enggan bicara kalau tak ingin lagi menunggu.
●●●
“.. kalau bukan hanya aku yang menanam asa padamu, tapi juga perempuan itu” katanya menunjuk perempuan yang duduk diam di samping ranjang Satrio. Kenyataan memang sebagaimana yang sudah tampak.
●●●
Bila harus terasa menyakitkan itu pasti karena aku harus menerima kenyataan untuk tak dapat memilikimu.

Saturday, September 28, 2013

!!%$#@+%

Barusan tadi pas jalan, kayaknya waktu kerasa lamaaa banget. Pengen cepet kelar. Pengen cepet udahan. Gak mau ngomong apapun. Capek. Udah gitu aja.

Tuesday, September 3, 2013

selesai.

Omongan seorang temen deket
“..kan udah aku bilang dari awal, aku gak suka kamu deket sama dia. Sejak awal ketemu aja aku udah gak respek.”(titik)


Entah udah berapa kali kamu bilang gitu ke aku dari rentang waktu Maret sampai Agustus ini, tepatnya semalem pas kita pergi makan berdua.

Kali ini•Baru aku tahu•Kamu semacam kirim firasat•Maafin aku sempat gak percaya omonganmu•Bener•Dia bukan orang yang pantes dijadiin temen baik•


Dan aku memilih pergi dari dia seperti yang dilakukan kebanyakan teman-temannya. Aku takkan lagi memaksakan agar bersama. Kupikir mereka(teman-temannya) sudah mengambil keputusan yang tepat, tinggalkan dia yang emang gak pantes dipertahankan.

menit 23:35

Aku hanya lelah seperti tak ingin lagi mengikuti langkah kakimu, 28agst

Monday, September 2, 2013

setelah,

Seandainya sesekali aku mampu menyampaikan sebuah pesan hanya lewat pandangan mata saat aku sudah terlalu lelah menyampaikan pesan secara gamblang
Setelah amat lelah
Sesekali ingin menyudahi
ketidakpastian yang telah kau mulai
yang aku juga menyetujuinya.