Kehidupan malam ini seperti bergantung pada seberapa banyak cairan
infus yang masuk ke tubuhku. Melalui perantara menyakitkan yang tak pernah aku
ingini melekat di tubuhku, tak sedikitpun. Tuhan, aku ingin menyerah. Seperti
lebih nyaman jika aku bergumam dalam lunglai. Seperti lebih nyaman jika aku
tertidur dalam sekarat. Di sana masih terdapat sisa harapan dan sedikit doa.
Kemudian aku dipeluk kepasrahan, berharap segera berjalan kepada ruangMu,
berharap tanpa rasa sakit berlebihan, berharap sesegera mungkin di sisiMu.
No comments:
Post a Comment