Saturday, August 31, 2013

Sehabis obrolan malam

***
“Iya, calon mertuanya baik banget sama dia..” gumamku begitu.
“Semoga mereka langgeng” celetuk ibu setengah bercanda sambil melirikku.


Aku hanya menunduk. Diam. Tak mampu berkomentar apapun. Aku sedang tak ingin berdebat soal ini.


Aku bahkan tak ingat pernah punya momen serupa. Iri?? Lumayan.. kemudian aku ingat hubungan yang hanya main-main ini. Aku capek.

Tuesday, August 27, 2013

renung*

..akhir-akhir ini mungkin waktuku dihabiskan untuk menyesali pertemuan dengan dua orang di masa lalu

Thursday, August 1, 2013

(ber((harap)an))


Kehidupan malam ini seperti bergantung pada seberapa banyak cairan infus yang masuk ke tubuhku. Melalui perantara menyakitkan yang tak pernah aku ingini melekat di tubuhku, tak sedikitpun. Tuhan, aku ingin menyerah. Seperti lebih nyaman jika aku bergumam dalam lunglai. Seperti lebih nyaman jika aku tertidur dalam sekarat. Di sana masih terdapat sisa harapan dan sedikit doa. Kemudian aku dipeluk kepasrahan, berharap segera berjalan kepada ruangMu, berharap tanpa rasa sakit berlebihan, berharap sesegera mungkin di sisiMu.