Thursday, May 23, 2013

Hampir Habis Nyali

Hampir habis nyaliku, berlama lama mengejar lelaki sepertimu. Sejak kutanam keyakinan bahwa kamu yang akhirnya terbaik, bersama itu juga keyakinan tersebut mulai pupus dengan sendirinya. Berkali kali keluh kesah pada-Nya, mencari tahu siapa yang sekiranya Dia setujui untukku. Sementara aku berlalu bersama waktu, namun makin memupuk keyakinan untukmu. Apakah Dia hendak mengungkapkan tidak? Setidaknya aku sedikit tahu, namun belum bisa mengerti maksud-Nya. Tetap bersikukuh dengan perasaan bodoh kian menggilas akal sehatku. Ini pembodohan! Tetapi aku tak dapat terima jika ini disebut pembodohan! Walau aku tahu, memang pendapat bodohkulah yang tertutupi ambisi baik untuk lelaki sepertimu.

Berapa lama lagi aku harus menunggu? Atau harus tergesa menerimamu sebagai teman hidup yang baru? Masih ada bimbang di antara persimpangan dan petunjuk yang mungkin berusaha mencegahku pada orang yang salah.

No comments:

Post a Comment