Thursday, May 23, 2013
Hampir Habis Nyali
Hampir habis nyaliku, berlama
lama mengejar lelaki sepertimu. Sejak kutanam keyakinan bahwa kamu yang
akhirnya terbaik, bersama itu juga keyakinan tersebut mulai pupus dengan
sendirinya. Berkali kali keluh
kesah pada-Nya, mencari tahu siapa yang sekiranya Dia setujui untukku. Sementara
aku berlalu bersama waktu, namun makin memupuk keyakinan untukmu. Apakah Dia hendak
mengungkapkan tidak? Setidaknya aku sedikit tahu, namun belum bisa mengerti
maksud-Nya. Tetap bersikukuh dengan perasaan bodoh kian menggilas akal sehatku. Ini pembodohan! Tetapi
aku tak dapat terima jika ini disebut pembodohan! Walau aku tahu, memang
pendapat bodohkulah yang tertutupi ambisi baik untuk lelaki sepertimu.
Berapa lama lagi aku harus menunggu? Atau harus tergesa menerimamu sebagai teman hidup yang baru? Masih ada bimbang di antara persimpangan dan petunjuk yang mungkin berusaha mencegahku pada orang yang salah.
Berapa lama lagi aku harus menunggu? Atau harus tergesa menerimamu sebagai teman hidup yang baru? Masih ada bimbang di antara persimpangan dan petunjuk yang mungkin berusaha mencegahku pada orang yang salah.
Tuesday, May 21, 2013
Bersamamu di Satu Waktu
Aku ingin bersamamu di satu waktu
Di mana masa lalu tak mampu ikut campur
Di mana masa depan belum sanggup kujamah
Dan aku hanya ingin bersamamu
di satu waktu
Tak juga secuil penghalang,
segalanya yang kusebut waktu.
Tak ada satupun penghalang
Aku ingin bersamamu di satu waktu
Hanya satu waktu..
Saat ini
Di mana masa lalu tak mampu ikut campur
Di mana masa depan belum sanggup kujamah
Dan aku hanya ingin bersamamu
di satu waktu
Tak juga secuil penghalang,
bukan matahari yang segera bertukar rembulan,
bukan cerah yang segera menjelma mendung,segalanya yang kusebut waktu.
Tak ada satupun penghalang
Aku ingin bersamamu di satu waktu
Hanya satu waktu..
Saat ini
Kusebut dia...

Aku ingin banyak bercerita padanya walaupun tak sebanyak yang dia ceritakan padaku. Dialah yang kusebut DUNIA.
Subscribe to:
Comments (Atom)
